
Guncang Dunia Sepakbola! Iran Resmi Tolak Tampil di Piala Dunia 2026, FIFA Belum Beri Respons
Perang melawan Amerika Serikat dan Israel membuat Iran bulat tekad mundur dari Piala Dunia 2026. Keputusan FIFA soal siapa pengganti Team Melli ditunggu seluruh dunia — dengan Italia, Irak, dan UEA jadi kandidat kuat.
JAKARTA — Dunia sepakbola internasional diguncang keputusan mengejutkan. Iran secara resmi menyatakan menolak berpartisipasi dalam Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Keputusan ini diumumkan langsung oleh Menteri Olahraga Iran, Ahmad Donyamali, di tengah panasnya eskalasi perang Iran melawan AS dan Israel.
“Mempertimbangkan bahwa rezim korup ini telah membunuh pemimpin kami, kami tak bisa berpartisipasi di Piala Dunia dalam keadaan apapun,” tegas Ahmad Donyamali dikutip Sky Sports, Jumat (13/3/2026).
Kehilangan Pemimpin Tertinggi Jadi Alasan Utama
Pernyataan keras itu muncul menyusul gugurnya Ayatollah Ali Khamenei — Pemimpin Tertinggi Iran — dalam serangan militer gabungan AS dan Israel pada 28 Februari 2026 lalu. Sejak saat itu, Iran berada dalam kondisi perang penuh, dan keikutsertaan Team Melli di Piala Dunia sudah menjadi pertanyaan besar di kalangan pengamat sepakbola internasional.
Dengan pernyataan resmi dari Menteri Olahraga ini, Iran kini semakin mantap melepas tiket Piala Dunia 2026 yang telah mereka genggam lewat perjuangan panjang di babak kualifikasi Asia.
FIFA Masih Diam, Keputusan Ditunggu April
Merespons kabar mundurnya Iran, FIFA hingga kini masih belum memberikan pernyataan resmi. Dilansir dari ESPN, sumber terpercaya menyebutkan FIFA akan mengambil keputusan soal pengganti Iran pada 30 April 2026, bertepatan dengan gelaran Kongres FIFA ke-76 di Vancouver, Kanada — kota tuan rumah Piala Dunia 2026.
Kongres tersebut menjadi momen krusial, karena laga-laga playoff Piala Dunia dijadwalkan rampung pada akhir Maret 2026. Setelah semua nama peserta resmi diketahui, FIFA akan lebih mudah menunjuk kandidat pengganti Iran.
Tiga Kandidat Calon Pengganti: Irak, UEA, atau Italia?
FIFA memiliki beberapa opsi dalam menangani kekosongan slot Iran. Pertama, menunjuk tim Asia dengan peringkat FIFA tertinggi sebagai pengganti. Kedua, Piala Dunia 2026 tetap digelar dengan 47 peserta tanpa mencari pengganti.
Dari Asia, kandidat terkuat pengganti Iran adalah Irak — yang saat ini masih berjuang lewat jalur playoff, melawan pemenang laga Suriname vs Bolivia. Jika Irak naik menggantikan Iran, maka Uni Emirat Arab (UEA) berpotensi mengisi slot Irak di playoff, membuka peluang baru bagi mereka untuk lolos ke Piala Dunia 2026.
Asisten Pelatih Irak, Rene Meulensteen, mengonfirmasi skenario tersebut kepada talkSport.
“Melalui AFC, kami adalah tim dengan peringkat tertinggi, jadi kami akan menggantikan posisi Iran. Dan kemudian UAE mungkin akan menggantikan kami untuk bermain melawan pemenang antara Suriname dan Bolivia,” ujarnya.
Namun Meulensteen juga mengungkap rumor mengejutkan — bahwa FIFA disebut-sebut tengah mempertimbangkan opsi menunjuk Italia sebagai pengganti Iran. Alasannya, Italia berada di peringkat 13 FIFA, jauh lebih tinggi dibanding Irak (58) dan UEA (68).
“Ada rumor bahwa jika FIFA mengambil keputusan akhir, mereka mungkin akan mendorong tim dengan peringkat tertinggi di FIFA untuk menggantikan Iran, yaitu Italia. Anda bisa berpikir, tim mana yang lebih mereka inginkan di Piala Dunia?” ungkap Meulensteen.
Italia sendiri saat ini masih harus berjuang lewat playoff Eropa. Gli Azzurri dijadwalkan menghadapi Irlandia Utara pada 26 Maret, dan pemenangnya akan berhadapan dengan pemenang laga Wales vs Bosnia & Herzegovina pada 31 Maret 2026 untuk merebut tiket terakhir Piala Dunia dari Eropa.
Dunia kini menunggu langkah FIFA — apakah sepakbola akan melampaui batas perang, atau justru turut merasakan getaran konflik yang semakin dalam ini.