
IBM Targetkan Quantum Advantage di 2026! Era Komputer Kuantum Kalahkan Komputer Klasik Sudah di Depan Mata
Revolusi komputasi terbesar dalam sejarah manusia mungkin sedang terjadi tepat di depan kita! IBM secara resmi mengumumkan bahwa tahun 2026 akan menjadi tonggak sejarah luar biasa — yakni saat pertama kalinya komputer kuantum mampu mengalahkan komputer klasik dalam menyelesaikan masalah nyata. Bukan sekadar klaim semata, IBM telah membuktikannya selangkah demi selangkah dengan roadmap yang terukur dan konsisten.
Pada Quantum Developer Conference November 2025, IBM mengumumkan kemajuan fundamental dalam perjalanannya menuju quantum advantage di akhir 2026 — yaitu titik di mana komputer kuantum dapat menyelesaikan masalah dengan lebih baik dibanding semua metode komputasi klasik yang ada. IBM Ini bukan lagi soal eksperimen laboratorium — ini soal penggunaan nyata yang akan mengubah cara dunia memecahkan masalah paling kompleks di bidang sains, medis, keuangan, dan logistik.
Pada 2026, IBM berencana meluncurkan Kookaburra — prosesor kuantum multi-chip dengan 1.386 qubit yang dirancang untuk menghubungkan tiga chip sekaligus melalui chip-to-chip couplers, membentuk sistem kuantum gabungan dengan total 4.158 qubit. PostQuantum Angka itu hampir tidak terbayangkan beberapa tahun lalu — namun kini menjadi kenyataan yang sedang dibangun di fasilitas IBM di Poughkeepsie, Amerika Serikat. Pendekatan modular ini memungkinkan IBM terus berkembang melampaui batasan fisik satu chip tunggal.
Sebagai bukti nyata kemajuan ini, IBM bersama RIKEN Jepang berhasil melakukan eksperimen kimia terbesar dan paling akurat yang pernah dijalankan di komputer kuantum — menggunakan superkomputer Fugaku yang terdiri dari 158.976 chip bekerja bersama prosesor kuantum IBM Heron secara real-time. IBM Terobosan ini membuktikan bahwa era “quantum-centric supercomputing” — di mana komputer kuantum dan klasik berkolaborasi — bukan lagi masa depan, melainkan sudah hadir hari ini.
